Kembali ke khusus kasus “peterporn”. Mungkin masih ada saja suara nyinyir membela pujannya yang telah divonis 3,6 tahun dan 250 juta ini. “Ariel kan juga manusia, pasti punya salah dan dosa, jangan sok suci deh”, Nah, justru karena Ariel adalah manusia, dan kita yang mengingatkan adalah juga manusia, maka kita ingatkan sesama manusia. Apalagi kalau Ariel adalah muslim, maka bentuk mengingatkan kami ini bisa terkategori nasehat atau dakwah yang merupakan implementasi dari kasih sayang.
“maaf mas, ini bukan Negara Islam, jadi jangan bicara hukum Islam” Ini memang bukan Negara Islam, tapi konsekuensi dari ketahuidan kita kepada Allah atas syahadat kita maka bertahkim (berhukum) dengan hukum Allah adalah wajib. Sehingga harus diterima sebagai sebuah kewajaran, jikalau ada orang atau ormas yang bicara hukum Islam saat kasus “peterporn” ini berlangsung.
“ya boleh lah berdemo menutut Ariel, tapi ya mbok jangan anarkis”, okelah anarkis memang tidak boleh, tapi kita minta tolong juga jangan jadikan ini sebagai tameng atau senjata untuk memukul Islam dan umat Islam. Mungkin jika ada sebagian kami yang melakukan aksi seperti itu, yakinlah itu sebagai bentuk ekspresi kekesalan kami terhadap perilaku hukum dan aparatnya di negeri ini. Sehingga itu artinya, aksi itu muncul sebagai sebuah reaksi atas ketidakadilan. Jika ada keadilan, maka yakin saja tidak akan reaksi ketidakadilan.
Dan masih banyak suara-suara nyinyir yang lain, yang berupaya menyudutkan umat Islam, membela orang-orang yang bersalah yang seharusnya tidak wajib dibela.
“maaf mas, ini bukan Negara Islam, jadi jangan bicara hukum Islam” Ini memang bukan Negara Islam, tapi konsekuensi dari ketahuidan kita kepada Allah atas syahadat kita maka bertahkim (berhukum) dengan hukum Allah adalah wajib. Sehingga harus diterima sebagai sebuah kewajaran, jikalau ada orang atau ormas yang bicara hukum Islam saat kasus “peterporn” ini berlangsung.
“ya boleh lah berdemo menutut Ariel, tapi ya mbok jangan anarkis”, okelah anarkis memang tidak boleh, tapi kita minta tolong juga jangan jadikan ini sebagai tameng atau senjata untuk memukul Islam dan umat Islam. Mungkin jika ada sebagian kami yang melakukan aksi seperti itu, yakinlah itu sebagai bentuk ekspresi kekesalan kami terhadap perilaku hukum dan aparatnya di negeri ini. Sehingga itu artinya, aksi itu muncul sebagai sebuah reaksi atas ketidakadilan. Jika ada keadilan, maka yakin saja tidak akan reaksi ketidakadilan.
Dan masih banyak suara-suara nyinyir yang lain, yang berupaya menyudutkan umat Islam, membela orang-orang yang bersalah yang seharusnya tidak wajib dibela.
Categories:
